Monthly Archives: Mei 2011

Penerbangan Terakhir

Tudor, nama elang tua itu. Dia terduduk di pinggir sarangnya yang bertengger di tebing Gunung Hitam. Gunung Hitam adalah salah satu gunung tertinggi di Lembah Hijau, bahwa Tudor bisa dan berhak membuat sarang di Gunung Hitam menunjukkan status sosialnya di antara para elang Lembah Hijau.

Matahari pagi di ufuk timur baru bangun dari tidurnya. Tudor memandang langit yang terus berganti warna jingga, merah dan kuning. “Sudah waktunya,” kata Tudor pada kedua anaknya, Fargo dan Lamor. “Kau yakin ayah?” tanya Fargo, yang tertua dari keduanya, mereka hanya berbeda waktu menetas saja. Read the rest of this entry

Iklan

Hidup itu seperti RPG

Pilih kelas apakah Knight, Warrior, Paladin, Wizard, Sorcerer, Mage, Warlock, Thief, dll? berlatih sesuai kelas masing-masing, tingkatkan skill spesifik kelas kita, Priest mungkin leveling di Healing, Warrior di kemampuan dual-wield, dan Sorcerer meningkatkan skill sihir mereka.

Dan setelah kita berlatih, kita dilepas untuk menyelesaikan misi-misi, setiap kita menyelesaikan misi kita, kita dapat exp dan setiap kita kumpulkan exp itu, kita bisa level-up. Read the rest of this entry

Aku Benci Linux

Aku benci Linux. Mulai saat ini aku akan membencinya dengan sepenuh hati. Kenapa? Akan kuceritakan alasannya.

Jadi, misal kita memakai Windows, kita akan menemukan satu file manager, windows explorer, kalau kita ingin mengedit text sederhana ada notepad atau write, semua bawaan Windows, tidak ada pilihan lain. Kalau ingin pilihan lain maka kita download atau membajak beli.

Hal serupa tidak akan kita temukan di Linux. Ubuntu misalnya, untuk file manager ada Dolphin, XFE, Konqueror, dll; untuk mengedit file text ada vi, vim, kate, gedit, nano, mcedit, dll; untuk mutar audio-video ada Amarok, Kaffeine. Dan apakah semuanya kudu donlot? tidak saudara-saudara! Semua ada di instalasi default Ubuntu. Read the rest of this entry

Terus Bergerak

“Rolling stones gather no moss,” kata seorang teman beberapa waktu yang lalu. Dia saat itu sedang mempersiapkan pengunduran diri dari kantor untuk pindah ke sebuah oil and gas company di Arab.

Dia lalu meneruskan ceramahnya hari itu, “Terus bergerak, nggak usah menumpuk apa-apa, keep traveling light.” Yang unik hal ini diucapkan oleh orang berusia 30-an yang sudah punya anak istri tapi tetap mengejar impiannya. Manusia yang selalu resah dan frustasi terhadap stagnasi.

Kemarin aku teringat tentang percakapan kecil ini. Aku tidak mau terjebak dalam stagnasi, selalu berusaha keluar dari zona nyaman, selalu menantang diri untuk lebih dan lebih lagi. Kadang-kadang tantangan terlalu berat, dan godaan untuk tetap tinggal terlalu nyaman.

Tapi memang hidup itu selalu bergerak. Like rolling stones, keep rolling rolling rolling rolling rolling rolling.

Pekerjaan yang membahagiakan [2] – Tentang Purpose

Menjadi programmer itu pekerjaan yang membahagiakan. Seperti yang aku bahas beberapa waktu yang lalu sebuah pekerjaan itu bisa membahagiakan jika memenuhi 3 unsur: Autonomy – Mastery dan Purpose. Dan kali ini yang kubahas adalah soal purpose.

Dan latar belakang post ini adalah pembicaraan dengan seorang wanita cantik (lagi2) di Kopitiam di Margo City. Aku saat itu bicara soal project yang masuk ke antrianku di salah satu perusahaan contextual advertising di Indonesia. Dan aku menemukan suatu hal yang bikin aku senang saat itu, aku menemukan bahwa proyek yang akan aku kerjakan itu akan mempermudah klasifikasi iklan yang akan muncul di blognya.

So what? Read the rest of this entry