Keterhubungan dan hidup

Seorang teman menghubungi YM-ku beberapa waktu lalu dan bercerita tentang seorang teman kami yang baru saja berhenti dari sebuah perusahaan multinasional untuk bergabung sebagai sukarelawan di sebuah lembaga swadaya masyarakat non-profit yang bergerak untuk menyediakan buku bagi anak-anak di pedalaman.

Temanku ini bertanya-tanya tentang fenomena ini, kenapa teman saya ini berhenti dan bergabung dengan sebuah non-profit dan bekerja di tempat antah berantah. Aku menarik kesimpulan bukan dari teman kami ini, tapi dari buku-buku, dari pengalaman orang lain dan pengalamanku sendiri yang tertarik untuk berbagi.

Ingatanku melayang ke pengalaman beberapa waktu lalu saat aku bergabung untuk melakukan kegiatan sosial di sebuah SD di Cilincing. Di perjalanan pulang, aku sempat berbincang dengan salah satu sukarelawan di sana, dia bekerja sebagai staff CSR (Corporate Social Responsibility) untuk sebuah perusahaan minyak multinasional. Dia bercerita tentang pengalamannya membantu sekolah daerah sekitar tambang, mengajar dan menyediakan buku, membangun masjid, dll. Seorang teman berkomentar, “Enak sekali, mengerjakan sesuatu yang disukai, membantu orang lain, dibayar lagi.”

Mungkin itulah makna yang berusaha dicari oleh temanku, mengerjakan sesuatu yang disukai, membantu orang lain, dan dibayar.

Berbagi adalah sifat dasar manusia. Hal itulah yang membuatku biasanya santai saja kalau mentraktir orang, toh dananya ada, toh orang-orangnya tidak keberatan, lalu masalahnya apa? Berbagi itu menyenangkan, lebih menyenangkan daripada membeli barang untuk diri sendiri (59 second: George Wiseman).

Terlibat dalam sesuatu yang lebih besar dari kita membuat kita bahkan bahagia lagi. Membuat kita merasa terhubung dengan manusia-manusia lain.

Martin Seligman, seorang profesor dalam psikologi positif pernah menerangkan tentang 3 jalan kebahagiaan dalam hidup. Yaitu, hidup yang menyenangkan, hidup yang baik dan hidup yang bermakna.

Hidup yang menyenangkan adalah kebahagiaan yang biasa kita maksudkan saat kita berkata soal hidup yang bahagia. Punya bersenang-senang bersama teman, berwisata dengan keluarga, tertawa dan hal-hal seperti itu.

Hidup yang baik adalah kebahagiaan saat kita menikmati apa yang kita kerjakan, sesuatu yang sering aku bahas akhir-akhir ini, karena inilah obsesiku akhir-akhir ini, menemukan kebahagiaan dalam apa yang aku lakukan. Jadi silahkan dibuka-buka arsip lama blog ini.

Hidup yang bermakna adalah soal merasakan keterhubungan dengan dunia, soal keberbagian, soal eudaimonia. Kebahagiaan ini adalah menemukan suatu tempat dalam hidup dimana kita merasa itulah tempat kita, memenuhi panggilan hidup kita. Inilah yang dimaksud Yesus dalam Hidup yang berkelimpahan dalam Yoh 10:10 dan hidup inilah yang ada dalam bayanganku saat aku menulis penerbangan terakhir.

Apapun kebahagiaan hidup yang kita pilih itulah yang kita dapat. Dan tidak ada aturan dalam hidup sehingga kita tidak bisa mendapatkan semuanya. Hal ini sangat mungkin, tapi marilah kita menemukan fokus dalam pencarian kita.

Selamat menikmati hidup!

 

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 31 Juli, 2011, in experience, idealist, life, small talk and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Happiness depends, as Nature shows,
    Less on exterior things than most suppose.”

    William Cowper in Table Talk (1817) line 246

  2. Selamat menikmati hidup!

    Saya teringat motto seseorang, “karena hidup adalah perayaan”.:mrgreen:
    *lari*

  3. Yah jika kita berbagi dengan orang sedikit demi sedikit kita akan merasakan mottonya bukan?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: