Personal Finance From Dummies – Expense Log

Ini adalah salah satu seri post for dummies di blog ini. Kali ini membahas tentang Expense Log.

Pernahkah kamu berada di tengah bulan dan melihat sebagian duit di Bank atau di tangan sudah habis dan bertanya-tanya kemana kemana kemanaaaaa???

Nah, post ini untuk membahas masalah itu. Seorang wanita manis mengaku bahwa dia kesulitan mengatur keuangannya sehingga duit di akhir bulan habis. Ada 2 langkah untuk mengatasi masalah keuangan ini: Budgeting dan Expense Monitoring.

Budgeting adalah cara yang umum dipakai, kita set alokasi budget untuk tiap pos pengeluaran kita lalu menuntut kedisiplinan kita untuk mematuhi budget yang ditentukan. Sedang, expense monitoring adalah cara untuk mencatat semua pengeluaran kita dalam sebulan sehingga kita tahu pos-pos keuangan mana aja yang menghabiskan duit banyak.

Sebelum kita melakukan budgeting, ada baiknya kita memonitor arus keuangan kita selama sebulan (Expense Monitoring). Hal ini agar kita memahami jumlah pengeluaran dari tiap-tiap pos. Banyak cara untuk melakukan Expense Monitoring.

Sebenarnya, masalah utama dalam melakukan manajemen keuangan pribadi adalah…. DISIPLIN. Rasanya menyenangkan bukan pergi ke mall lalu mengikuti nafsu kita untuk membeli barang-barang yang kita inginkan, atau memanjakan diri dengan makan di restoran, atau memanjakan tubuh dengan pijat dan spa? Tapi itu semua mahal, dan meninggalkan rasa bersalah jika kita tidak mengatur uang kita dengan baik.

Dan sebenarnya manajemen finansial yang baik akan memberi kita ruang untuk melakukan hal-hal tersebut. Gimana caranya? Silahkan google, ilmuku belum sampai sana.😀

Masalah kedua adalah konsistensi. Dahulu kala, aku menemukan berbagai website yang menyediakan layanan manajemen keuangan macam amplop.in atau ngaturduit. Awalnya aku rajin mencatat pengeluaranku sedetail mungkin, tapi hal ini tidak bertahan lama.

Kenapa? Hal ini karena ada jangka waktu antara waktu aku belanja dan waktu aku memasukan entry ke website, belum lagi ada halangan karena aku harus ke kompie untuk akses internet sehiangga aku harus menyediakan waktu khusus untuk melakukan pencatatan. Sebagai prokras akut, hal ini tidak akan berhasil untukku.

Akhirnya awal bulan ini aku menemukan solusi untuk masalah ini. Dengan memanfaatkan alat yang selalu ada di saku: handphone.

Kebetulan aku menggunakan HP berbasis Android yang mempunyai gazillion aplikasi di handsetnya, baik yang gratis maupun berbayar. Salah satu yang aku rasa cocok denganku adalah aplikasi Expense Manager. Dengan aplikasi ini aku bisa mencatat pengeluaranku sesaat setelah aku belanja.

Aku menganjurkan wanita manis di awal postingan ini untuk membeli Android! #eh

Terlepas dari apakah kita punya hape canggih dan aplikasi untuk mencatat keuangan kita, hal ini bisa dilakukan lewat apa aja. Mungkin sebuah buku catatan untuk mencatat keuanganmu cukup, mungkin kamu butuh aplikasi khusus. Aku tidak tahu untuk platform lain, tapi untuk Android banyak aplikasi Financial Management yang bagus.

Oh ya… apa aja yang kudu dicatat dalam Expense Log?

Tidak banyak sebenarnya, jika aku mengikuti panduan dari Expense Manager yang kudu diisi adalah: Untuk apa, kategori pengeluaran (agar mempermudah budgeting), kapan dikeluarkan, berapa jumlahnya dan metode pembayaran (cash, transfer, debit card, credit card)

Tentu saja, ada pengeluaran yang rumit yang susah dicatat, misal beli sepeda motor kredit, DP 500rb lalu cicilan sejuta sebulan, susah untuk dicatat. Paling gampang ya, catat aja berapa yang keluar saat itu, yaitu bayar DP 500rb.

Atau contoh lain, medical expense yang diganti kantor. Maka catat aja 2 kali, saat keluar sebagai duit sendiri, dan saat kantor membayar sebagai tambahan penghasilan. Lebih rumit lagi jika ternyata coverage kantor hanya 50%.

Itu adalah salah satu contoh, mungkin cara itu tidak pas untuk anda, ya silahkan berkreasi sendiri. Dan jangan berkecil hati pada pencatatan yang rumit. Sebagian besar pencatatan pengeluaran kita sangat sederhana, kok.

Selamat memonitor keuangan anda!

Jangan boros! Ingat, paman Gober itu meski pelit tapi kaya.

Hihihihi…

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 8 Oktober, 2011, in life. Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. A wise man should have money in his head, but not in his heart.

    – Jonathan Swift

  2. Pernahkah kamu berada di tengah bulan dan melihat sebagian duit di Bank atau di tangan sudah habis dan bertanya-tanya kemana kemana kemanaaaaa???

    Tidak. :>

    Rasanya menyenangkan bukan pergi ke mall lalu mengikuti nafsu kita untuk membeli barang-barang yang kita inginkan, atau memanjakan diri dengan makan di restoran, atau memanjakan tubuh dengan pijat dan spa?

    80% tidak. :>

    *kabur*

  3. Wanita manis yg kesulitan mengatur keuangan tp sukses mencuri hati *mumbling

  4. @lambrtz
    Kehidupan mahasiswa PhD emang beda sama khayalak ramai. :))

  5. OK yang lebih serius.😛

    Kalau saya pribadi sih, saya pernah bahas dikit di sini. Sepertinya saya punya naluri alami *halah* untuk njaga uang sih. Salah satunya ya karena berkat pengalaman pribadi juga. Saya termasuk orang yang maintenance-nya ndak tinggi, jadi ya… (bingung mau kasih kesimpulan gimana)

  6. Nope, kayanya bukan karena saya mahasiswa juga. Saya barusan makan kelas menengah juga. Saya ndak anti fastfood (yang lumayan mahal itu). Saya juga tahun ini sempet jalan-jalan ke negara seberang. Cuman ya…buat saya sih, lebih baik hemat buat pengeluaran sehari-hari, biar kalau refreshing bisa sekalian yang nyleneh dan ndak terlalu mikir duit.😛

    PS: saya udah beberapa taun ini ga beli baju buat saya sendiri😆

  7. Pemasukan saya sangat sedikit, sehingga pengeluaran saya juga sedikit. Apalagi saya termasuk hemat.
    Duit masuk dan keluar tuk pekerjaan susah diarsipkan, tapi diluar pekerjaan, catatan keuangan saya rapi. (belanja, pangkas rambut, sewa komik, naik angkot dsb).

  8. Saya udah bikin log ini sejak SMA sampe sekarang. Pake buku tulis, yg menurut saya lebih praktis. Hasilnya? Lebih mudah mapping budget, monitoring pengeluaran dan evaluasi dua mingguan dari expense log ini bisa mencegah overbudget. Yah kalopun over bisa di-accrue ke bulan depannya biar record bulanannya tetep bagus, asal alasannya masuk akal😆

  9. Iki ngomong soal expense opo promosi android sih? (lmao)

  10. sebagai wanita saya mengerti kalo kayaknya hampir semua ngga tahan kalau lihat baju lucu, sepatu lucu, tas lucu, dll yang lucu2 di mall😛
    untungnya saya ini termasuk orang yang agak pelit jadi seringnya cuma windows shopping, teriak2 “lucuuuu” kalau nemu barang yang disuka, dicoba2, tapi ujung2nya ngga beli atau tunggu sampai ada diskon 50% lebih baru beli😆

    kalau untuk mencatat pengeluaran, sampai sekarang masih pakai ngaturduit dan masih berjalan dengan baik…😀
    sebenarnya ngga perlu pakai android juga sih buat sekedar nyatet pengeluaran, asal disiplin dan rajin update.. pakai oret2 di kertas atau ngumpulin struk buat diingat2 juga bisa….
    yang lebih memudahkan sih kalau kita punya pengeluaran yang terjadwal..
    jadi dalam seminggu itu sudah tahu mau mengeluarkan uang berapa banyak dan untuk apa saja terus di akhir minggu tinggal ditelaah apakah sesuai atau tidak…

    sekian tips keuangan dari saya…😀
    *dilempar mesin ATM*

    • Nah kebanyakan pengeluaranku nggak terjadwal. Cuman beberapa aja yang jelas (makan pagi, makan siang, bayar kos) lainnya random. Dan takjub juga setelah disiplin nyatat ternyata mengkonfirmasi kecurigaan: Duitnya habis dengan rate yang cukup cepat. :))

  11. “Pernahkah kamu berada di tengah bulan dan melihat sebagian duit di Bank atau di tangan sudah habis dan bertanya-tanya kemana kemana kemanaaaaa???”

    Tidak separah itu

    “Seorang wanita manis mengaku..”
    Sepertinya saya tau siapa dia hehehe

    Sama aja prinsipnya kek di ngaturduit. Kalo aku makenya pake budgeting tapi pake cash basis. Sebenernya lebih tepat pake akrual tapi yah itu ribet pas pelunasan/pembayaran akrual kalo pas jatuh tempo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: