Monthly Archives: Desember 2011

Tentang rencana-rencana

Banyak orang beresolusi dan berencana. Mereka berusaha meresoleskan mau apa mereka tahun ini. Tampaknya gara2 tahun2 lalu banyak resolusi yang gagal, aku pun jadi enggan untuk bikin resolusi tahun baru.

Life is an adventure, life is what happen when you making plans, just do it, itulah hal-hal yang akan menjadi pedomanku. Berjalan, berubah, berevolusi dan beradaptasi. Akan ada banyak perubahan tahun depan, sama dengan tahun lalu yang penuh kejutan dan perubahan.

Aku punya banyak mimpi tentu, yang terus berubah setiap saat. Tapi bukankah hidup adalah soal mimpi yang dikejar, mimpi yang dikubur, mimpi yang melayang dan sedikit mimpi yang teraih?

Mungkin sebelum bermimpi, kita harus bertanya dulu, apa yang kita mau? Apa yang penting? Apa yang tidak perlu kita lakukan?

Hal-hal yang sering kita lupakan.

Fokus bukanlah punya 10 impian, tapi hanya punya satu. Fokus adalah soal bilang tidak pada hal-hal yang bukan impian kita, hal-hal yang tidak penting, hal-hal yang mengalihkan perhatian kita. Fokus adalah soal menutup pintu-pintu dan percaya setiap pintu yang tersisa akan membawa kita lebih dekat dengan apa yang kita impikan.

Adaptasi adalah soal mau berubah sesuai keadaan. Menyesuaikan layar sesuai arah angin, berbelok sebentar agar tiang layar tidak patah. Seringkali kita salah jalan, berhenti menyalahkan kenapa tidak memilih jalan yang lain tapi kita perlu menerima jalan yang ada dan jalan mana yang kudu ditempuh. Adaptasi adalah soal memanfaatkan apa yang ada, bukan berharap pada hal2 yang tidak kita miliki.

Kerja keras adalah kerja keras. Tidak ada jalan pintas, tidak ada kode curang, tidak ada pikiran korup, tidak ada malas-malasan.

Dan terakhir, percaya. Percaya bahwa seburuk apapun keadaan, sejauh apapun kita tersesat, pasti Tuhan buka jalan. Pada waktunya, sesuai rencana-Nya.

Fokus, adaptasi, kerja keras dan percaya. Itu saja.

Apakah saya sudah bisa bilang… salam super?

Iklan

Tentang Kopi dan Manajemennya

Programmer (n): An organism that can turn caffeine into code.

Dari definisi wikipedia, kopi mengandung kafein, kafein adalah stimulan saraf dengan cara menghilangkan lelah dan meningkatkan kewaspadaan. Kafein adalah zat penting untuk programer sebagai bahan inspirasi saat membuat program.

Meski tergolong”psychoactive substances”, kafein bukan bahan berbahaya tidak punya efek merugikan kesehatan meski diminum selama bertahun-tahun dan bahkan punya efek perlindungan terhadap kanker. Drink coffee, be healthy.

Tapi, aku pribadi punya beberapa masalah dengan kopi.

Candu. Salah satu indikasi candu adalah kita perlu lebih banyak untuk mencapai efek yang sama. Misal, sebulan lalu, cukup satu gelas kopi dan aku akan terjaga seharian, sekarang setelah makan siang aku butuh segelas lagi. Hal ini adalah indikasi bahwa kopi mengakibatkan candu. Semakin lama efeknya akan semakin berkurang dan aku butuh mengkonsumsi lebih banyak lagi.

Withdrawal. Setiap kali aku absen minum kopi, badan terasa lemas dan seringkali kepala jadi pusing. Ini adalah gejala withdrawal dari kopi.

Susah tidur. Ini sedikit absurd, meski tidak kuat terjaga, aku jadi susah tidur nyenyak.

Ketiga hal itulah yang membuat aku waspada terhadap kopi. Dan berhubung kerjaan di kantor berkurang, aku punya kesempatan untuk meng-cut kopi selama seminggu ini dan mereset tubuhku sehingga efek kopi bisa maksimal lagi, dan membuat tidurku nyenyak.

 

About How I Consume Information

I have this tendency, I like to read. I want to read anywhere, anytime and anything. This is why I have plenty random trivial knowledge of things. But the anything part is more complex now. Consuming information is easy in our younger days because the Internet didn’t exist and more complicated now.

There are many information out there that we need to filter and pick according to our interest and need. In the past, this information filtering is done by buying magazine, newspaper or watching news that suit our preference.

Today, I most information I get is via my Google Reader. Google Reader is my latest window to see the world. I subscribe to many webs, blogs and news sites out there that suits my preference. The problem will be, how I consume information that do not suit my taste?

For example, the flood in Bangkok. While I read once in a while that there is flood in Thailand, I only realized it few moments a go. That is because I do not know that there is flood in Bangkok, I think that the flood is somewhere in the village in Thailand. And news about the election in Russia, I knew it kinda late because all my feed doesn’t show it. And, I knew it from…. 9gag. Me gusta!

This is called information bubble. I think all of us have done it. Maybe through reading newspaper and magazine that suits our political preference so we don’t see other views from our opponents.

In today world, it is so much easier to found people with the same interest. Maybe through online forum, twitter, facebook forum, websites or many more. This people hangout and become more and more convergent in their thinking, it is called system thinking. While I can write a whole post about this and its implication, I digress.

But, think about this. Maybe my way of consuming information makes my world view narrower and that will effect my tolerance or acceptance with people that have different views, because I don’t understand them and we tend to fear or dismiss what we don’t understand.

The bottom line is, I think I need to become more open and divergent in my way of consuming information. Let start with 9gag-ing.

 

 

The Art of Getting It Done

Judul kemiggris, tapi bahasanya Indonesia ajalah.

Posting ini tercetus gara-gara post di reddit As someone who doesn’t write code, I think the idea of “Done is better than perfect” is wrong. Sebagai programmer respon pertama adalah bagian pertama sudah menjelaskan semuanya, dia bukan programmer maka tidak akan paham lah. Tapi mari kita elaborasi kenapa “Done is better than perfect”. Poin-poin di bawah berasal dari prinsip pemrograman yang aku pelajari, tapi nampaknya prinsip ini dampaknya luas.

1. Kita tidak tahu sempurna itu seperti apa. Read the rest of this entry