Tentang Downtime

Hidup di Jakarta itu membuang banyak waktu. Misal perjalanan dari kos ke kantor bisa satu sampai satu setengah jam, kalau tinggalnya di pinggir Jakarta lebih lama lagi. Macet adalah musuh bersama warga Jakarta. Semacam tragedy of the commons, sebuah tragedi yang terjadi karena cukup banyak orang berpikir, “enak nih ke kantor naik mobil, mampuuuu….”

Hal ini menghasilkan banyak sekali downtime di Jakarta, waktu yang terbuang di jalanan. Buatku, naik kendaraan pribadi di Jakarta itu antara sombong, bodoh, terpaksa dan ignorant. Kendaraan umum di Jakarta masih relatif dapat diandalkan meski menyebalkan asal kita tahu cara mengamankan diri. 

Alasan kedua adalah waktu yg terbuang. Saat terjebak macet di mobil, hal yang bisa kita lakukan sangat terbatas. Mendengarkan musik, mikirin pasangan, merenungi masalah hidup, main hape bentar(kalau berhenti), dll. Tapi kalau di angkot kita bisa main hape, baca google reader, twitteran, whatsappan, baca buku, tidur, pokoknya lebih banyak deh. Salah satunya bikin post di blog.

Selama di jakarta, aku terus-menerus mencari cara untuk membuat waktu di jalan tidak membosankan. Aku beli ereader, beli buku, menuhi google reader sampai install wordpress for android.

Cukup menyenangkan memulai hari kerja dengan baca-baca artikel di freakonomics, digitopoly, naked capitalism, daily wtf atau not always right di google reader. Membuat mood di kantor lebih baik daripada mati gaya terjebak macet.

Dan tentu saja, agenda wajib di pagi hari, whatsappan sama pacar. Hihihihi….

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 3 Januari, 2012, in experience, life and tagged , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Cara berpikir insinyur komputer. Jangan sampai resource terbuang percuma. Sebisa mungkin disesel-seseli tugas.😆

    Anyway, siapa suruh ke Jakarta :-“

  2. Dalam kasusku, naik kendaraan pribadi jauh lebih cepat dan hemat serta fleksibel mau kemana saja bisa. Naik mobil kalau mau banyak yang dikerjain ya pakai sopir lah, kayak orang susah aja, cuma orang susah naik kendaraan umum hahaha…

  3. “Buatku, naik kendaraan pribadi di Jakarta itu antara sombong, bodoh, terpaksa dan ignorant.”

    Ndak gitu juga kali Niel, ada yang daerah rumahnya memang payah banget kendaraan umumnya jadi susah klo pake itu, belum lagi kalau buat cewek, ancaman keamanannya itu bisa bikin keringat dingin duluan sebelum naik😀
    *curcol*

  4. heh? serius amat aktivitasnya di kendaraan umum? gak takut copet tuh? gue malah maksimal dengerin radio kalo lagi naik bis.

    pertama kali berkunjung nih. nice blog. hehe

  5. bagian terakhir nggak mampu….

  6. @lambrtz Masih belum bisa kabur, at least sampai akhir tahun. :p

    @galihsatria Kalau gt mending naik taksi.

    @Ceritaeka Ancaman keamanan itu cenderung dibesar-besarkan. Asal nggak pulang larut malam sih aman. Bawa pepper spray biar nambah mantab.

    @indobrad Selama ini masih aman. Aku sih cek dan dobelcek keamanan hape dan skitar.

    @honeylizious Kenapa nggak mampu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: