Monthly Archives: Juni 2012

Tentang momen yang menentukan

Ada kalanya kita menoleh ke belakang dan menemukan adanya “momen yang menentukan” dalam hidup kita. Dan mungkin kita melihat masa itu dan mencoba mengira-ngira, bagaimana jadinya jika kita mengambil jalan yang berbeda? Apakah hidupku kita akan jadi lebih baik atau lebih buruk?

Tapi menurut mazhab multiverse dari teori kuantum, di momen yang menentukan itu, alam semesta membelah menjadi dua. Satu kita pergi ke kiri, satu lagi kita pergi ke kanan. Jika lebh banyak pilihannya, maka pembelahannya lebih banyak. Jadi kita bisa tenang, ada versi diri kita yang sedang menjalani hidup yang berbeda di multiverse yang lain. Kita bisa bertanya padanya, setelah para ilmuwan menemukan caranya.

Quantum Theory aside, menyesali pilihan di masa lalu tidak sehat, secara literal tidak sehat. Ilmuwan telah menemukan bahwa orang yang cenderung menyesali masa lalu lebih stress dan lebih tidak sehat dari orang yang “let it go” dan “move on”. Jadi, jangan disesali terus-menerus jika kita merasa salah melangkah. let it go, move on. Kalau kata Oasis, “don’t look back in anger”

Trus harusnya gimana?

Make something out of this mess. Masa lalu nggak bisa diubah, masa depan dan masa kini kan masih bisa. Kalau kata Yoda, “Difficult to see, always move the future is.”

Sebenarnya ini rancauan motivasional nggak jelas juga. :))

Iklan