Monthly Archives: November 2013

Tentang Kompleksitas Hidup

Sudah beberapa kali aku berpindah tempat tinggal. Dari Surabaya ke rumah paman di Bekasi, dari Bekasi ke kos di daerah Kebagusan, Jakarta Selatan, saat sebelum menikah pindah dari kos ke Apartemen Gading Nias dan sekarang dari Apartemen Gading Nias ke rumah mertua di Pulomas. Dan besok, hijrah ke negeri orang bersama Priska.

Dan aku perhatikan barang yang aku bawa setiap kali pindah semakin banyak. Saat aku pindah ke apartemen aku harus menyewa mobil boks, tapi proses pindahannya sendiri hanya satu-dua jam. Tapi, proses pindahan ke rumah mertua ini yang membuatku geleng-geleng kepala.

Proses pindahannya cukup lama, mengangkut barang-barang ke pickup yang menunggu di bawah seakan tidak selesai-selesai. Banyak sekali barang yang kita pindahkan, itupun sudah dicicil selama sebulan terakhir. Read the rest of this entry

Tentang Beli atau Sewa Rumah

Tren investasi di sektor properti membuat banyak orang susah. Termasuk yang belum memiliki rumah sendiri untuk tempat tinggalnya.
http://finance.detik.com/read/2013/11/28/112509/2426117/1016/properti-jadi-investasi-yang-belum-punya-rumah-tidak-bisa-punya-rumah

Jadi, investasi rumah bagus atau tidak? Tergantung cara pandang pingin/bisa punya rumah pertama atau tidak.

Buat yang belum bisa punya rumah pertama dan butuhnya kontrak rumah harusnya sih bagus, ada banyak kontrakan dan sewa rumah dengan harga bersaing hasil dari orang yang punya rumah kedua, ketiga yang tidak ingin asetnya tidur.

Tapi, bagaimana menghitung apakah sebuah rumah overvalued dan mending sewa?

Nggak susah sebenarnya, coba cek Price to rent ratio. Hitung harga rumah di daerah sekitar dan bandingkan dengan harga sewa setahun. Jika harga rumah 400juta dan sewa setahun 20 juta berati P/R-nya 400juta/20juta = 20.

Jika ekonomi normal, harusnya P/R-nya sekitar 10-15an. Jika di atas itu maka harga rumah di daerah tersebut overvalued dan sedang bubble dan bubble bisa pecah sewaktu-waktu. Alternatif penjelasan lain, harga sewa daerah situ terlalu murah dan akan segera naik.

Rule of thumb-nya, sebagai konsumen jika P/R 0-15 maka lebih baik beli. 16-20 adalah grey area, tergantung rencana tinggal berapa lama dan keadaan keuangan dan apakah memang benar-benar perlu punya rumah. Di atas 20 lebih baik sewa dan menunggu harga turun, atau sewa naik.

Ini perhitungannya hanya P/R yah, bukan keadaan keuangan kita. Yang jelas, kalau kita membeli rumah secara berhutang, maka total hutang kita(termasuk kredit mobil atau motor, kredit panci, dll) harus kurang 33% dari pendapatan kita perbulan agar tidak membebani.

Referensi:
http://www.bankrate.com/finance/mortgages/how-to-calculate-a-home-s-value-1.aspx
http://www.ryanprice.ca/2012/01/19/price-to-rent-ratio-what-is-it-and-how-can-it-be-used/

Disclaimer:
1. Ini adalah hasil riset on-off beberapa tahun terakhir.

2. Saya bukan ahli properti, think for yourself.