Tentang Beli atau Sewa Rumah

Tren investasi di sektor properti membuat banyak orang susah. Termasuk yang belum memiliki rumah sendiri untuk tempat tinggalnya.
http://finance.detik.com/read/2013/11/28/112509/2426117/1016/properti-jadi-investasi-yang-belum-punya-rumah-tidak-bisa-punya-rumah

Jadi, investasi rumah bagus atau tidak? Tergantung cara pandang pingin/bisa punya rumah pertama atau tidak.

Buat yang belum bisa punya rumah pertama dan butuhnya kontrak rumah harusnya sih bagus, ada banyak kontrakan dan sewa rumah dengan harga bersaing hasil dari orang yang punya rumah kedua, ketiga yang tidak ingin asetnya tidur.

Tapi, bagaimana menghitung apakah sebuah rumah overvalued dan mending sewa?

Nggak susah sebenarnya, coba cek Price to rent ratio. Hitung harga rumah di daerah sekitar dan bandingkan dengan harga sewa setahun. Jika harga rumah 400juta dan sewa setahun 20 juta berati P/R-nya 400juta/20juta = 20.

Jika ekonomi normal, harusnya P/R-nya sekitar 10-15an. Jika di atas itu maka harga rumah di daerah tersebut overvalued dan sedang bubble dan bubble bisa pecah sewaktu-waktu. Alternatif penjelasan lain, harga sewa daerah situ terlalu murah dan akan segera naik.

Rule of thumb-nya, sebagai konsumen jika P/R 0-15 maka lebih baik beli. 16-20 adalah grey area, tergantung rencana tinggal berapa lama dan keadaan keuangan dan apakah memang benar-benar perlu punya rumah. Di atas 20 lebih baik sewa dan menunggu harga turun, atau sewa naik.

Ini perhitungannya hanya P/R yah, bukan keadaan keuangan kita. Yang jelas, kalau kita membeli rumah secara berhutang, maka total hutang kita(termasuk kredit mobil atau motor, kredit panci, dll) harus kurang 33% dari pendapatan kita perbulan agar tidak membebani.

Referensi:
http://www.bankrate.com/finance/mortgages/how-to-calculate-a-home-s-value-1.aspx
http://www.ryanprice.ca/2012/01/19/price-to-rent-ratio-what-is-it-and-how-can-it-be-used/

Disclaimer:
1. Ini adalah hasil riset on-off beberapa tahun terakhir.

2. Saya bukan ahli properti, think for yourself.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 28 November, 2013, in experience, writting and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: