Monthly Archives: Agustus 2015

Di ban berjalan

Aku merenung saat menunggu tasku tiba di ban berjalan. Merenungkan tas-tas yang berdatangan dan tiketku yang entah kemana.

Khayalku mengawang melihat kotak oleh-oleh untuk sanak saudara, senyum mereka saat menerima buah tangan dari handai taulan yang baru jalan-jalan ke Bangkok.

Imajiku menjelajah pegunungan saat melihat tas eiger. Mungkin milik backpacker, setelah ini dia mencari penginapan di jalan jaksa lalu ke gambir mengejar kereta ke jogja, mungkin.

Mereka yang menunggu juga ada yang berjas lengkap, bule, kaukasian. Yang tadi duduk tidak jauh dariku, sepanjang perjalanan mengerjakan sesuatu di laptopnya. Mungkin pekerjaan yang tertinggal atau menyiapkan presentasi. Mungkin juga agen rahasia menyiapkan laporan penyusupan.

Aku tertawa membayangkannya…

Tapi agen rahasia? Mungkin itu kehidupan yang menarik. Berbahaya, mengancam nyawa, tapi menarik.

Lalu tasku tiba, renunganku sirna. Kekasih menunggu di luar sana.
Aku pulang…

Iklan