Di ban berjalan

Aku merenung saat menunggu tasku tiba di ban berjalan. Merenungkan tas-tas yang berdatangan dan tiketku yang entah kemana.

Khayalku mengawang melihat kotak oleh-oleh untuk sanak saudara, senyum mereka saat menerima buah tangan dari handai taulan yang baru jalan-jalan ke Bangkok.

Imajiku menjelajah pegunungan saat melihat tas eiger. Mungkin milik backpacker, setelah ini dia mencari penginapan di jalan jaksa lalu ke gambir mengejar kereta ke jogja, mungkin.

Mereka yang menunggu juga ada yang berjas lengkap, bule, kaukasian. Yang tadi duduk tidak jauh dariku, sepanjang perjalanan mengerjakan sesuatu di laptopnya. Mungkin pekerjaan yang tertinggal atau menyiapkan presentasi. Mungkin juga agen rahasia menyiapkan laporan penyusupan.

Aku tertawa membayangkannya…

Tapi agen rahasia? Mungkin itu kehidupan yang menarik. Berbahaya, mengancam nyawa, tapi menarik.

Lalu tasku tiba, renunganku sirna. Kekasih menunggu di luar sana.
Aku pulang…

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 2 Agustus, 2015, in life. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: