Category Archives: flash fiction

Penerbangan Terakhir

Tudor, nama elang tua itu. Dia terduduk di pinggir sarangnya yang bertengger di tebing Gunung Hitam. Gunung Hitam adalah salah satu gunung tertinggi di Lembah Hijau, bahwa Tudor bisa dan berhak membuat sarang di Gunung Hitam menunjukkan status sosialnya di antara para elang Lembah Hijau.

Matahari pagi di ufuk timur baru bangun dari tidurnya. Tudor memandang langit yang terus berganti warna jingga, merah dan kuning. “Sudah waktunya,” kata Tudor pada kedua anaknya, Fargo dan Lamor. “Kau yakin ayah?” tanya Fargo, yang tertua dari keduanya, mereka hanya berbeda waktu menetas saja. Read the rest of this entry

Iklan

Tentang Sup batu

Ini adalah sebuah cerita yang aku baca di buku Pragmatic Programmer. Cerita ini adalah sebuah cerita soal sup batu yang rasanya enak.

Negara dalam keadaan perang. Perang saudara berkecamuk membuat negara itu terpecah belah. Desa-desa yang netral menutup diri terhadap pihak luar, takut untuk berpihak dan menjadikan mereka sasaran serangan. Dan suatu hari di desa yang sunyi, sekelompok prajurit pemerintah yang kelelahan memasuki desa.

Logistik mereka telah habis, mereka kelelahan, terluka dan lapar. Mereka mulai mengetuk pintu rumah demi rumah di desa itu. Tapi di desa itu semua orang ketakutan, mereka tidak mau memberi para prajurit itu makanan yang mereka perlukan.

Kelelahan dan kecewa, para prajurit melaporkan kegagalan mereka pada komandan. “Baiklah,” kata komandan itu. “Siapkan api unggun, kita berkemah di tengah desa.” Read the rest of this entry

Pengintai

Menulis cerpen itu mudah. Tidak sesulit menulis novel. Nafasku masih terlalu pendek, dan fokusku blurry saat menulis panjang-panjang, belum lagi masalah pengembangan karakter. Aku masih harus banyak belajar.

Menulis juga salah satu pengalih perhatian yang efektif. Menuliskan sesuatu, baik berhubungan atau tidak dengan perasaan atau kerjaan kita membebaskan pikiran kita sesaat dari masalah. Setelah itu kita bisa melihat masalah dengan lebih baik (semoga).

So, tanpa menunda lagi, saya persembahkan karya terbaru saya. Read the rest of this entry

Putus, pokoknya putus!!!

Di suatu hari dengan suara yang tertahan dan telapak kesedihan yang memuncak, di sudut suatu taman di malam hari.

Bunga : Kenapa kita harus putus, Dol?

Dodol : Kita nggak cocok, Bung! (kok jadi aneh? Kayak homok?) Sudah berulangkali kita cekcok, kita nggak cocok! Read the rest of this entry

No Title

Ditho membuangnya ke tempat sampah, sebuah kondom bekas yang tidak terpakai.