Category Archives: writting

Tentang Star Trek dan Perubahan

Salah satu serial TV favoritku adalah Star Trek, terutama The Next Generation. Di salah satu episodenya, Star Trek menceritakan tentang 3 orang yang dibekukan karena menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan di abad 21 dan karena kerusakan mesin pesawat mereka, mengambang di luar angkasa selama ratusan tahun. Ketiga orang itu harus menghadapi situasi yang baru sama sekali di masa yang bukan masa mereka.

Orang pertama, seorang penyanyi country, menghadapinya dengan santai, “Lha kan aku harusnya sudah mati, ya santai sajalah.” orang kedua, seorang wanita depresi karena semua orang yang dia kenal sudah meninggal, “Suamiku egois, dia membekukanku supaya dia tidak merasa bersalah karena pengobatannya gagal”, orang ketiga, seorang bankir kaya ngotot ingin kembali ke bumi untuk mencairkan dananya.

Kapten Jean-luc Picard mencoba menjelaskan kepada sang bankir tentang perubahan di bumi di abad 24, bahwa tidak ada uang di abad 24 dan mengumpulkan kekayaan bukanlah tujuan manusia lagi. Read the rest of this entry

Iklan

Tentang Beli atau Sewa Rumah

Tren investasi di sektor properti membuat banyak orang susah. Termasuk yang belum memiliki rumah sendiri untuk tempat tinggalnya.
http://finance.detik.com/read/2013/11/28/112509/2426117/1016/properti-jadi-investasi-yang-belum-punya-rumah-tidak-bisa-punya-rumah

Jadi, investasi rumah bagus atau tidak? Tergantung cara pandang pingin/bisa punya rumah pertama atau tidak.

Buat yang belum bisa punya rumah pertama dan butuhnya kontrak rumah harusnya sih bagus, ada banyak kontrakan dan sewa rumah dengan harga bersaing hasil dari orang yang punya rumah kedua, ketiga yang tidak ingin asetnya tidur.

Tapi, bagaimana menghitung apakah sebuah rumah overvalued dan mending sewa?

Nggak susah sebenarnya, coba cek Price to rent ratio. Hitung harga rumah di daerah sekitar dan bandingkan dengan harga sewa setahun. Jika harga rumah 400juta dan sewa setahun 20 juta berati P/R-nya 400juta/20juta = 20.

Jika ekonomi normal, harusnya P/R-nya sekitar 10-15an. Jika di atas itu maka harga rumah di daerah tersebut overvalued dan sedang bubble dan bubble bisa pecah sewaktu-waktu. Alternatif penjelasan lain, harga sewa daerah situ terlalu murah dan akan segera naik.

Rule of thumb-nya, sebagai konsumen jika P/R 0-15 maka lebih baik beli. 16-20 adalah grey area, tergantung rencana tinggal berapa lama dan keadaan keuangan dan apakah memang benar-benar perlu punya rumah. Di atas 20 lebih baik sewa dan menunggu harga turun, atau sewa naik.

Ini perhitungannya hanya P/R yah, bukan keadaan keuangan kita. Yang jelas, kalau kita membeli rumah secara berhutang, maka total hutang kita(termasuk kredit mobil atau motor, kredit panci, dll) harus kurang 33% dari pendapatan kita perbulan agar tidak membebani.

Referensi:
http://www.bankrate.com/finance/mortgages/how-to-calculate-a-home-s-value-1.aspx
http://www.ryanprice.ca/2012/01/19/price-to-rent-ratio-what-is-it-and-how-can-it-be-used/

Disclaimer:
1. Ini adalah hasil riset on-off beberapa tahun terakhir.

2. Saya bukan ahli properti, think for yourself.

UMR Buruh dan Lapangan Kerja – Esai Sok Pintar

Beberapa hari terakhir beberapa tempat di Indonesia diramaikan dengan aksi demo buruh. Di Jakarta aksi ini memacetkan jalanan sekitar Bundaran HI dan saat aku berlibur ke Surabaya, bunderan Waru juga diramaikan dengan buruh yang bersiap konvoi ke kantor Gubernur Jatim untuk demo UMR juga.

Jadi, apa sih yang dituntut buruh?

Para buruh berdemo untuk menuntut peningkatan upah minimum. Di Jakarta nilai yang mereka tuntut 2,7 juta/bulan dan di Jawa Timur 2,2 juta/bulan.

Hanya ada satu kata: Wow!

Karena ternyata gaji adikku yg freshgrad tidak sebesar itu.

Kabar baiknya, gaji adikku bakal naik, kabar buruknya adik2 yang lain yang sedang mencari pekerjaan akan lebih susah mencari kerja.

Kok bisa?

Read the rest of this entry

Tentang Indonesia Merdeka

Hari ini, 67 tahun yang lalu, Soekarno, yang sehari setelahnya dipilih menjadi presiden pertama RI, membacakan proklamasi kemerdekaan RI di rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56. Proklamasi ini menandai awal Perang Kemerdekaan yang berakhir pada tahun 1950 dengan diakuinya kemerdekaan RI oleh Belanda di Konferensi Meja Bundar di Den Haag.

Mereka yang bilang bahwa kemerdekaan RI itu adalah hadiah dari Belanda atau sekutu, silahkan datang ke Taman Makam Pahlawan dan bilang itu dengan keras di hadapan para pejuang yang meninggal dalam Perang Kemerdekaan, bahwa mereka tidak perlu mati, bahwa perjuangan mereka sia-sia karena toh itu hadiah.

Soekarno pernah bilang bahwa, “Perang kami melawan penjajah tapi perangmu melawan bangsamu sendiri.”

Perkataan itu selalu terngiang di telinga saat memandang korupsi yang masih merajalela di negeri ini, birokrasi yang tidak efisien, politisi yang tidak bisa dipercaya dan banyaknya kekerasan atas nama agama di negeri ini. Read the rest of this entry

Tentang waktu

Waktu adalah sesuatu yang menarik. Waktu adalah ukuran abstrak yang paling penting di kehidupan manusia. Kita punya standar waktu, abad, tahun, bulan, minggu, jam, menit, detik, milidetik.

Orang bilang, orang jerman yang terorganisir itu membagi jadwalnya per 15 menit, semakin kecil maka akan semakin detail dan rajin dia merencanakan waktunya.

Orang Indonesia biasanya membagi waktunya per waktu sholat, habis subuh, sebelum ashar, setelah maghrib. Agak menyebalkan memang buat yang nggak sholat kayak saya, habis ashar itu jam berapa?

Sebenarnya, manakah yang lebih baik, membagi waktu dengan irisan kecil atau besar?

Mencuri waktu, itu adalah istilah yang baru aku dapat saat kerja kantoran. Para bos itu sangat sibuk sehingga kita harus mencuri waktunya. Menjelaskan ide yang disusun selama seminggu dalam obrolan 5-15 menit agar ada buy-in dari bos butuh skill mencuri khusus.

Nilai waktu tiap orang juga berbeda-beda. Ada yang nilai waktunya tinggi, macam para boss ini dan ada yang rendah macam aku.

Dalam mengorganisasi, menyusun jadwal kita menempatkan waktu itu sebagai sesuatu yang sangat berharga.

Pada akhirnya, saat semua itu selesai kita lupa satu hal, sebuah kebahagiaan tersendiri, saat kita mengerjakan sesuatu dan tenggelam di dalamnya, sampai kita tidak sadar bahwa waktu telah berjalan, bahwa rencana-rencana yang disusun tidak berjalan karena semua tenggelam dalam satu hal itu… saat itu selesai kita tersenyum puas.

Mungkin untukmu aktivitas itu adalah menulis, ngegame, bikin program, baca buku, lari atau apapun itu. Saat itu selesai kamu bisa bilang, aku telah menemukan sesuatu yang lebih berharga daripada waktu.

Temukan aktivitasmu, temukan sesuatu dalam dirimu yang lebih berharga dari waktu.