Arsip Blog

Tentang Skalabilitas Pengajar

Ini bukan postingan teknis, well, dikit. Tapi soal perenungan.

Pernah mbayangin dunia di awal abad 19 saat gramofon belum populer?

Di jaman itu, bila seseorang suka dengan Dewa 19, maka dia harus pergi ke Jakarta dan melihatnya live saat konser. Tapi bagaimana jika dia tidak punya uang untuk ke Jakarta? Dia masih bisa menikmati musik dari penyanyi dan grup band lokal.

Lalu, ditemukanlah mesin pemutar suara, gramofon lalu radio tape, cd dan mesin penyebar berita, radio dan tv. Hal ini membuat semua orang kenal dengan Dewa 19 dan bisa mendengarkan musiknya di radio atau beli kasetnya. Hal ini jelas mengancam penghidupan pemusik lokal yang tiba-tiba harus bersaing dengan Dewa 19.

Anda mengerti maksudku soal skalabilitas?

Nah, sebuah pergeseran kini mulai terjadi. Hal ini mengancam banyak dosen-dosen. Apakah itu?

Read the rest of this entry

Musik Jaman Sekarang.

Di suatu malam, di atas bis yang melaju menyusuri jalanan Jakarta yang penuh sesak. Dengan pemandangan macet yang biasa, deru motor, mobil, truk dan bis membahana. Sejenak dua jenak, suara klakson nyaring membelah malam, kadang bersahutan, kadang sendiri dan nyaring seperti lolongan serigala kesepian.

Bising itu tak surutkan manusia kecil yang berdiri di tengah bis kota, menyanyikan entah lagu apa, dengan birama berapa, berusaha mengetuk hati penumpang. Lamat-lamat lagu demi lagu dilantunkan oleh para pengamen jalanan, biasanya cukup dua atau tiga lagu, lalu kantong diedarkan untuk meminta sedekah atas sejenak keindahan yang mereka bagikan. Aku duduk menyendiri, memeluk tas hitam seakan nyawaku bergantung kepadanya. Read the rest of this entry