Arsip Blog

Star Wars – The Clone Wars : a review

In a galaxy far far away, in long long time ago…

Pembukaan ini menjadi trademark Star Wars. Film dibuka dengan perang bintang antara Republik dan Pasukan Droid Count Dooku di pucuk galaksi. Di planet Christophsis, Obi-Wan Kenobi  dan Anakin Skywalker memimpin pasukan clone untuk membendung droid yang menekan mereka. Di tengah pertempuran, Yoda mengirimkan seorang Padwan, Ashoka, untuk berguru pada Anakin.

Di sisi lain, Count Dooku menculik anak Jabba The Hut dan memfitnah Ksatria Jedi untuk kejahatan itu. Dan Anakin, Obi-Wan, dan Ashoka diperintahkan oleh Yoda untuk mengambil anak itu, dan membawanya ke Tatooine, kampung halaman Anakin, kepada Jabba The Hut.

Sekilas premis dari film ini tidak terlalu menarik, dan kalau tidak didorong dengan rasa penasaran dan fanatisme terhadap Star Wars aku mungkin nggak akan melangkahkan kakiku ke bioskop. Dan memang benar, film ini biasa saja. Ceritanya terlalu sederhana untuk dunia sebesar Star Wars dan konflik antara Count Dooku dan Republik. Sampai akhir, aku merasa bahwa film ini hanyalah sebuah pilot yang mengarahkan kita ke serial kartun Star Wars yang akan dirilis setelah film ini

Karena hanya sebagai pilot, film ini sangat kurang dalam pengembangan karakter dan penokohan. Sampai akhir film, orang yang tidak mengikuti serial Star Wars dari awal akan kebingungan, siapa Count Dooku, siapa Jabba dan kenapa dia sangat penting, siapa Adme Pamidala dan kenapa dia nekat ketemu Hutt cuman buat mbebasin Anakin, siapa orang berkulit hitam yang bersama Yoda itu, kenapa Anakin enggan pulang ke Tatooine, they don’t bother for introduce themselves.

May the force be with you!

PS :

You know George, search for profit leads to greed, and greed leads to the dark side. Avoid it you must. Throwing half-assed movie you must not.