Monthly Archives: Februari 2010

Wanita-wanita dalam karya Pram

Wanita-wanita yang dibahas di bawah ini adalah wanita dalam karya Pram. Untuk lebih jelasnya silahkan baca Tetralogi Buru dan Arok Dedes.

Berikut pembahasannya (Spoiler Alert):

  1. Nyai Ontosoroh, wanita ini dipaksa kawin dengan Robert Mellema, tapi akhirnya dia menyeka air matanya dan menjadi manajer bisnis keluarga yang mumpuni. Saat Pram mengajak kita menjelajah masa lalunya yang kelam, kita melihat Nyai Ontosoroh penuh dengan dendam. Dendam pada ayahnya yang menjualnya ke Robert Mellema demi posisi di pabrik gula, dendam pada ibunya yang lemah dan tidak berdaya, dan dendam pada Robert Mellema.
    Pada akhirnya, kita melihat Nyai Ontosoroh tumbuh menjadi wanita yang kuat, bijak, dan pejuang tangguh dalam menghadapi kehidupan. Kata-katanya pada menantunya, Minke, menjadi penutup dalam Novel Bumi Manusia, “Kita sudah melawan, nak, nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya” Read the rest of this entry
Iklan