Monthly Archives: Januari 2011

On Tea

If you are cold, tea will warm you.
If you are too heated, it will cool you.
If you are depressed, it will cheer you.
If you are excited, it will calm you.

~Gladstone, 1865


If you ask me what is my current passion, and the answer is tea. I try few different tea in the last month to seek the best tea. I bought 2 different Dilmah variety pack, The Fun Flavours and the more serious flavour. In the fun part, you can have: Vanilla, Caramel, Lemon, Mango and Peach. I found the Vanilla and Caramel have a great taste. And in the more serious part I have, Darjeeling, Ceylon Supreme, English Breakfast, English Afternoon and Earl Grey. But, aside of Earl Grey that have Bergamot oil added, I can’t find what seperate the other 4 from Sariwangi. It is either Sariwangi has a great taste comparable to Dilmah, or well, I don’t have the tongue. Read the rest of this entry

Iklan

Ranger’s Apprentice – Ruin of Golan – Review

Beberapa minggu ini, aku mengisi waktu senggangku dengan membaca seri novel karya John Flanagan: Ranger’s Apprentice. Aku baru menyelesaikan 2 buku pertamanya, Ruin of Golan dan Burning Bridge.

Ruin of Golan bercerita tentang Will, seorang yatim piatu yang hidup di kastil Baron Arald, sebuah kastil di Kerajaan Araulen. Dalam kastil itu ada sebuah event yang disebut “Choosing Day” dimana para yatim itu akan menjadi murid(atau apprentice, asal judul seri ini) dari seorang Craftmaster(ahli di bidang tertentu). Teman-teman Will: Horace Altman, Alyss Mainwaring, Jennifer Dalby(Jenny), and George Carter sudah yakin akan masuk ke sekolah pilihan masing-masing. Horace akan masuk Battleschool, tempat mereka mendidik ksatria, Alyss akan masuk Diplomatic Service untuk belajar menjadi diplomat, Jenny akan masuk Cooking School untuk belajar masak, dan George akan masuk Scribeschool untuk belajar soal hukum.

Will sendiri ingin masuk ke Battleschool, tapi tubuhnya yang kecil, beda dengan Horace yang tinggi tegap, membuatnya tidak cocok menjadi ksatria. Will pun tidak diterima di sekolah kedua pilihannya: Horseschool, sekolah para pengurus kuda karena Horsemaster tidak yakin badannya yang kecil mampu mengurus kuda. Read the rest of this entry