Tentang Boikot Produk AS: Argumen Kontra

Temanku, nRa beberapa waktu yang lalu memposting soal ajakan boikot produk AS yang mendukung Zionisme. Dia menyerukan itu untuk mengikuti ajakan serupa dari MUI.

Menurut MUI :

Ia berharap, dengan adanya seruan boikot ini yang dilakukan oleh umat Islam Indonesia, Barack Obama tergugah hatinya, tidak lantas mengikuti pendahulunya dalam menyelesaikan masalah konflik Israel dan Palestina. Seruan ini, katanya lagi, juga didasari atas sikap keras kepala Israel terhadap rakyat Palestina.

Lebih lanjut Hendra memosting :

Apa yang bisa kita lakukan? Secara pribadi saya sangat menganjurkan untuk mengikuti ajakan MUI. […] Harapan saya disini kita dapat meminimalisir penggunaan produk mereka, jika ada suplemen pengganti yang dapat kita gunakan, sebaiknya kiga menggunakan produk pengganti itu.

Tapi juga mengakui :

Jika boikot akan menghasilkan mudharat yang lebih besar bagi diri kita, sebaiknya tidak kita lakukan. Mungkin saja kita masih bergantung pada beberapa obat-obatan buatan Amrik untuk menyembuhkan penyakit, sebaiknya hal tersebut terus kita lakukan (jangan coba2 boikot dalam kasus ini ) ).

Like, Viagra?😛

Meskipun begitu, aku menyangsikan pernyataan Hendra ini :

Produk-produk Amerika ini adalah penggalang dana bagi kekuatan militer zionis.

Secara pribadi, menurutku tindakan itu mengada-ada dan aneh jika dilihat dari prespektif ekonomi global, politik dan alasan  lain. Here’s why:

1. Dalam list yang diajukan, nggak ada yang namanya perusahaan AS.

Kecuali perusahaan negara milik pemerintah AS, nggak ada yang namanya perusahaan AS yang ada hanya perusahaan yang beroperasi di AS. Dalam list itu semua isinya adalah perusahaan MNC yang memang berpusat di AS, tapi pusat perusahaan itu bisa dipindah kemana saja seenak udelnya yang punya.

2. Banyak perusahaan dalam list itu melakukan usaha di Indonesia dengan melibatkan orang Indonesia sehingga jika pendapatan menurun yang rugi Indonesia juga.

Misal Texas Fried Chicken, KFC atau McDonald beroperasi di Indonesia dengan pegawai orang Indonesia. Jika omzet mereka menurun gara-gara boikot, maka pendapatan perusahaan menurun, dan mereka akan mem-PHK pegawainya. Belum lagi kehilangan pendapatan negara dari pajak yang disetor perusahaan itu ke negara.

3. Lebih lanjut lagi, banyak perusahaan dalam list meng-outsource aktifitas produksinya di Indonesia.

Perusahaan apparel macam Adidas, Nike dan GAP memiliki perusahaan rekanan di Indonesia, begitu pula Phillip Moris, Coca Cola dan P&G yang punya pabrik di sini. Jika penjualan mereka menurun, maka semakin besar alasan mereka untuk menghentikan kerjasama dengan perusahaan lokal di Indonesia. So, balik lagi ke PHK.

4. Penolakan pada produk mereka akan meningkatkan suhu politik di Indonesia, dan Indonesia tidak lagi menarik sebagai sumber investasi.

Let’s face it, kita membutuhkan investasi luar negeri. Penolakan kita terhadap produk mereka akan membuat Indonesia menjadi less interesting place. Dengan Vietnam dan China semakin menggeliat, tidak susah bagi perusahaan itu untuk memindahkan operasinya ke sana.

Again, pengangguran dan PHK.

[cynical mode]

5. Tidak adanya bukti langsung antara perusahaan dalam list dengan zionisme.

Fakta bahwa perusahaan itu beroperasi di AS, mempekerjakan orang Yahudi, dimiliki oleh orang Yahudi, sebagian pemegang sahamnya orang Yahudi atau bahkan jika itu memang perusahaan Israel sekalipun bukan bukti yang kuat tanpa ada bukti aliran dana mereka ke kas Zionis. Tanpa bukti itu, maka semuanya hanyalah fitnah yang mengada-ada.

Where are the proofs, guys? Show me the data! Dan jangan berlindung dalam argumen teori konspirasi sehingga data-data tidak mungkin didapat!

6. Ajakan itu tidak bakalan sukses.

Orang Indonesia banyak tergantung pada produk LN. Berapa banyak sih orang yang mau ikut memboikot produk AS kalau nggak terpaksa. Aku sendiri coke-addict (not that coke) terutama Coca Cola maupun Pepsi dan nggak akan memboikot produk mereka.

Malah bisa jadi MUI menganjurkannya karena boikot itu “lebih aman” dan “politically correct”, menunjukkan mereka peduli dan cukup berpengaruh, padahal (atau memang mereka menyadarinya) kemungkinan suksesnya kecil.

7. Ada cara lain yang lebih “nendang” tapi MUI takut menganjurkannya.😈

Apa itu?

  1. Nasionalisasi perusahaan minyak dan tambang AS di Indonesia, tendang jauh Exxon Mobile, Chevron, BP, Shell, Halliburton, Freeport dan Newmont dari Indonesia. Nasionalisasi semua aset mereka, ambil alih operasinya.
  2. Hentikan penjualan minyak bumi, gas dan batubara ke AS dan Israel.

Dengan adiksi AS dan Israel terhadap minyak bumi dan kerugian yang sangat serius dan langsung bagi AS dari kedua cara itu maka kedua anjuran itu far more effective, huh?

Tentu saja, masih banyak ruginya (sangat banyak malah), salah satunya kemungkinan retaliasi berupa embargo balasan dari AS. Tapi ini demi Palestina, kan? Katanya mau serius?

Dengan demikian AS akan kelabakan dan langsung maknyus. Tapi apa berani?

Kekekekekeke……….😈

[/cynical mode]

So what can we do?

I don’t know, I’m open to suggestion. Tapi menurutku tindakan yang emosional dan mengada-ada seperti boikot bukan solusinya.

Pengiriman bantuan kemanusiaan dan tenaga medis sangat membantu. Upaya diplomasi juga harus digiatkan terus. Setahuku Indonesia tahun ini masuk anggota Dewan Keamanan Sementara di PBB (CMIIW). Indonesia juga bisa memanfaatkan lobi-lobi di OKI agar semua anggota OKI satu suara soal ini.

[cynical mode]

Dan jika ada yang ingin membantu perjuangan Palestina lewat perjuangan fisik, silahkan. Hitung-hitung mengurangi pengangguran di Indonesia. Yang jelas jangan mengafiliasikan diri dengan pemerintah Indonesia dan jangan menulis tujuan keberangkatan ke Palestina untuk perang, tulis saja “Ziarah Keagamaan” atau “Ibadah”, “jalan-jalan”, “cari angin” terserahlah pokoknya jangan perang dan cari mati.

[/cynical mode]

So ndra, apa argumen di atas cukup untuk menunjukkan boikot lebih banyak merugikan bagi Indonesia?

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 2 Januari, 2009, in idealist, writting. Bookmark the permalink. 38 Komentar.

  1. Zionism is as old as the Babylonian Exile, which began in 586BCE. Separation from the Land of Israel as they were being led into captivity by their conquerors rested crushingly upon the spirits of the Jewish exiles; a longing for the homeland consumed them. Turning in the direction of Judah, they then took an awesome vow: “If I forget thee, O Jerusalem, let my right hand lose its cunning. Let my tongue cleave to the roof of my mouth, if I remember thee not; if I set not Jerusalem above my chiefest joy” (Psalms 137:5-6).

    Nathan Ausubel, The Book of Jewish Knowledge, art. Zionism p.526

  2. Palestine belongs to the Arabs in the same sense that England belongs to the English or France to the French. It is wrong and inhuman to impose the Jews on the Arabs.

    Mohandas Gandhi in Gandhi’s Collected Works, Vol 74 (1938) [4][5]

  3. kalau menasionalisasi produk produk amerika di Indonesia setuju banget tuh….

    kalau gak berani nendang Exxon dll ya mulai dari yang kecil kecil dulu aja

    McD misalnya diakuisisi terus dirubah jadi MakD😛

  4. @mardun
    Kalau lihat sistem bisnisnya yang franchise, memang McD di Indonesia itu sudah punyanya orang Indonesia. Mereka cuman kerjasama merek, pelatihan, sistem, dan bayar franchising fee ke McD Amerika.

    Suplai barangnya (ayam, roti, sayur2an) dari perusahaan Indonesia juga.

    Kalau mau nekat ya yang dinasionalisasi Standard Chartered, Citybank, dan AIG.

  5. Setahu saya justru Indonesia baru keluar dari DK sementara PBB karena masa jabatannya baru habis.😕

  6. Wups… My bad… keanggotaannya cuman sampai 2008 ternyata.😀

  7. saya berani!
    saya berani nggak jualan minyak ke AS plus Israel. apa beratnya? toh hal itu juga nggak pernah saya lakukan selama 25 tahun.
    beda urusannya kalo saya disuruh brenti jualan kaos:mrgreen:

  8. Capek juga yah mendengar kekejian yang sama berulang, dan respon emosional yang sama. Dan kita melakukan kritik yang sama pula. Agak frustrating gak sih?

  9. yuk nasionalisasikan perusahaan AS di Indonesia:mrgreen:
    Sayaaaaaa setujuuuuuuuuu

  10. So ndra, apa argumen di atas cukup untuk menunjukkan boikot lebih banyak merugikan bagi Indonesia?

    wow… ter suspect jadi bahan utama diskusi🙂
    Kalo menurutku … ini menurutku pribadi lho dan, yang tak tulis diblog itu adalah tindakan yang dapat dilakukan seseorang tanpa harus menunggu bantuan dari orang laen. What a single person can do to help Palestine’s? Selain tentunya mengumpulkan dukungan dana/relawan untuk disumbangkan kepada penduduk Palestina.

    Gak usah minum coke/pepsi … terus diganti dengan teh di warteg, bereskan … dari pada harus nunggu pemerintah untuk mengusir perusahaan2 kakap itu. Lagian percuma klo berharap sama pemerintah … wong waktu jadi DK tidak tetap aja gak bisa berbunyi sedikitpun untuk menghentikan perang, apalagi sekarang udah keluar dari DK.

    Dari pada gak ada aksi sama sekali? yah … mendingan aku dewe ae sing boikot🙂 . awakmu iso ta dan maksa pemerintah untuk mengusir para pengeruk kekayaan alam itu? lek aku pribadi gak iso. Itung-itung … mencintai produk dalam negerilah, whehe.

  11. ehm ehm…. kalo ngirim pasukan garuda kira kira efek buruknya apa ya? dulu ke yugoslavia dan Kenya kan Indonesia pernah ngirim…. kalo sekarang ngirim ke Gaza kira kira apa yang terjadi ya?

  12. gw setuju yang nasionalisasi. Tapi kalo boikot gw tidak setuju. Coba kita melihat dulu, produk dan investasi mereka di sini banyak. Mau diboikot? Apa tidak berpikir 2 kali?

  13. Ngomong-ngomong soal nasionalisasi, konsepnya sih bagus… tapi apa kita punya SDM yang cukup (kualitas dan kuantitasnya) untuk mengelola itu semua? Kayaknya soal ini belum pernah saya lihat disinggung (dengan dukungan data, bukan sekedar “pasti cukup lah, indonesia kan kaya blablabla”) oleh pihak-pihak pro-nasionalisasi. Ngurus 1 Pertamina aja saya lihat selama ini gak becus…😕

    ehm ehm…. kalo ngirim pasukan garuda kira kira efek buruknya apa ya? dulu ke yugoslavia dan Kenya kan Indonesia pernah ngirim…. kalo sekarang ngirim ke Gaza kira kira apa yang terjadi ya?

    Kita hanya bisa ngirim pasukan Garuda kalau wilayah itu secara resmi sudah ditengahi oleh PBB (pasukan Garuda itu pasukan PBB yang ‘dipinjamkan’ Indonesia lho ya). Kalo PBB belum membuat resolusi, ya kita nggak bisa ngirim pasukan sendiri tanpa menimbulkan gonjang-ganjing diplomasi internasional.

  14. apakah definisi ditengahi oleh PBB=direstui Amerika?😛

  15. Aduuh…seru ya kalau Nasionalisasi perusahaan minyak dan tambang AS di Indonesia, tendang Exxon Mobile, Chevron, BP, Shell, Halliburton, Freeport dan Newmont dari Indonesia, ambil alih operasinya, Hentikan penjualan minyak bumi, gas dan batubara ke AS dan Israel. Tapi apa iya kita berani?

    Kalau sekedar menarik perhatian, cukup demo besar-besaran di Senayan, Monas ato HI. Kumpulkan sumbangan kemanusiaan, desak PBB untuk mengambil sikap.

  16. waduh mas… saya gak ngerti gituan mas… hehhe… tapi baca aja deh..

    salam kenal… main balik ya ke http://diazhandsome.wordpress.com

  17. Okay, mari kita segel pangkalan2 TNI-AU di Jakarta, Malang dan Madiun yang mengoperasikan pesawat2 buatan AS: Bronco, Hercules, Tiger dan Fighting Falcon. Kebetulan F-16 itu setipe dengan yang dipakai Israel serang Hamas. Bakar saja sekalian.😈
    Sweeping Peleton Intai Tempur Kostrad. Senjata Galil ARM yang mereka pakai buatan Israel!:mrgreen:
    Jangan mau bepergian naik maskapai penerbangan lokal karena pesawatnya mayoritas buatan Boeing.😎
    Berhenti nonton film Hollywood! Nonton saja film India dan horor lokal.😛
    Uninstall semua OS Windows, asli maupun bajakan! Bakar juga Macintosh!!😆

    *digebuki dnial*
    *pingsan*

  18. @jensen99:

    Sudah dibilang kalo boikot itu nggak efektif, lebih baik nasionalisasi. 8)

    Nasionalisasi Microsoft! Nasionalisasi Boeing! Nasionalisasi Hollywood!👿

    *ikut digebuk*

  19. @Joesatch
    Kalo kita ngembargo AS, biasanya bakal dibalas dengan embargo juga.
    So….

    @gentole
    Yup…
    Tapi gimana lagi…

    @rukia and ryan
    Sepertinya susah deh…

    @Catshade
    Sepertinya masalah kita bukan soal SDM yang handal tapi nyari SDM yang jujur.
    Pertamina mampu kok nanganin, Natuna diambilalih dari Exxon Mobile, dan beberapa perusahaan minyak lokal bisa dapet proyek eksploitasi di LN, contohnya di Libya, Qatar, Malaka operatornya perusahaan Indonesia (salah satu operator tepatnya).

    @nRa
    Kalau cintai produk dalam negeri kampanyenya beda lagi ndrak… Itu sih sepakat ae..
    Kan argumenku mengarah ke aksi boikot juga merugikan Indonesia sendiri.
    Kalau mau dampak langsung yang nggak merugikan, seperti tertulis di atas, jadi sukarelawan ke sana.

    @catshade & mardun
    Tapi… itu AS itu… kemarin ke Irak?
    Kalau pasukan resmi sih nggak mungkin, kalau pasukan nggak resmi… lain lagi ceritanya.
    “If you are captured we will deny any involvement with you”😈

    definisi ditengahi PBB, karena AS punya veto soal itu, yup… direstui AS…
    Shit! I hate that system.

    @Lindawati
    Sama kayak mardun, saya sepakat kalau nyumbang. Tapi pake Euro.😀

    @Jensen, Catshade
    Whoa… Zionis terkutuk cari gara-gara😛
    Curi dulu teknologinya trus suruh PT DI mbikin replikanya…

    Jangan mau bepergian naik maskapai penerbangan lokal karena pesawatnya mayoritas buatan Boeing.😎

    Jadi.. pilih yang pakai Airbus gituh?

    @diazhandsome
    Baca dulu… gpp kok nggak paham… Aku juga..
    *digebukin tamu*

  20. @Catshade

    Nasionalisasi Playboy, FHM, dan Vivid Studio?😕

    *digebuk juga*

  21. mari kita BOIKOT MERK AMERIKA, tapi tetap PAKAI PRODUKNYA… hehehe😛

    *siul siul lagi*

  22. @lambrtz
    Bikin sendiri aja!

    @mardun
    Yaapa carae?

  23. @ Lindawati
    lha klo demo2 tapi malah nyusahin orang?
    gimana tanggapannya ya?

    jadi inget…
    rute gambir-karet yg SEHARUSNYA g sampe 50rb
    wekekek

  24. oia dan..
    g mbikin sekalian tulisan kontroversial dan..
    “masih perlukah demo2..”
    sangar kayaknya dan..
    heheh…mosok taksi rego 50rb rek.. :((

  25. bagi saya lebih baik mengambil jalan pintas kesurga dengan berperang disana
    karena mati bagi saya adalah syahid.
    daripada di indonesia saya gak ada kerjaan

  26. kalo boikot, saya masih agak gimnaaaaaa gitu,,,,
    mending mendoakan dan ngasi dukungan. nymbang kek, atau apalah,,, atau sekalian jihad saja kalo perlu,,,, boikot tuh agak agak… hehehe…. postingan ginian emang bikin blog rame… ahahahaha…

  27. @huda
    Waduh hud… soal demo2an sih tergantung isu dan kerugian yang ditimbulkan.
    Masalahnya lebih kompleks.

    @saya
    Monggo😀

    @han2cute
    Bukan nyari sensasi sih… cuman tertarik berdiskusi sama teman, itu saja.

  28. 1. Kalo nendang oil company AS keknya ga bagus buat perkembangan oil company nasional kita deh.

    2. Indonesia dah 2 kali jadi anggota Non-Permanent Security Council UNO. Udah waktunya Indonesia lengser dari situ.

    3. Upaya diplomasi Indonesia soal yang satu ini belom kliatan hasil yang nyata.

  29. @wina
    1. Termasuk kantorku makin banyak proyek… Wekekekeke…
    2. Wah ya nggak tahu itu…
    3. Emang bener sih. Tapi si Fatah juga memilih diam tuh…

  30. Ada postingan di blog ane tentang pro-kontra boikot. jawaban ane singkat aja :

    Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat ( QS An Nisaa’:105 )

    dan

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. ( QS Al Maa’idah:51 )

  31. @ kunyuk_culun

    itu kan menurut sumber islam. kalo menurut sumber yahudi ya bisa lain lagi ceritanya😆

  32. menurut sumber yahudi atau menurut sumber Islam Liberal?😀

  33. @ meisusilo

    kayaknya bukan islam liberal, deh. soale setau saya meskipun islam liberal ya kitabnya tetep alqur’an. isinya juga tetep sama. jadinya ya ayat yang di atas itu kayaknya ga ada kalo pake kitabnya yahudi; makanya ceritanya bakal lain.

    dan, tunggu, kayaknya ada yang nggak sinkron dengan konteks, deh, walopun komen yang di atas itu merujuk ke ayat alqur’an:

    dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat ( QS An Nisaa’:105 )

    tidak memboikot franchise bukan berarti membela orang2 yang khianat, tho? wong justru membela orang2 kita sendiri yang kerja di situ😀

    tentang alasannya, uhmmm… sudah dibahas di postingan di atas itu, kok

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

    hubungannya dengan pekerjaankah ini? jangan nyari atasan yang bukan islam gitu? get real, ah. masalahnya apa orang2 muslim sendiri sudah bisa menciptakan lapangan pekerjaan secara menyeluruh untuk sodara2 seimannya?

    dan kalo sepenafsiran saya, punya atasan yang bukan muslim bukan termasuk konteks memimpin dan dipimpin. menurut saya ini sebatas hubungan profesional: saya mengerjakan tugas yang sampeyan minta, maka sampeyan harus membayar saya sesuai kesepakatan kita😀

  1. Ping-balik: Hidup PKS !!!! « Altearis

  2. Ping-balik: From Israel with airstrike « JenSen99’s Weblog

  3. Ping-balik: War is perang…. « kuchiki99.weblog()

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: