Kebahagiaan?

Saat nonton film Bucket List ada sebuah adegan saat Morgan Freeman dan Jack Nicholson berada di depan piramid dan ada sebuah percakapan. Kira-kira begini,

Di jaman Mesir kuno ada kepercayaan, bahwa setiap orang saat meninggal akan ditanya 2 hal untuk mengetahui apakah dia layak atau tidak masuk surga. Pertanyaannya adalah :

  1. Apakah kau telah menemukan kebahagiaan hidup?
  2. Apakah kau telah memberi kebahagiaan pada orang lain?

Hmm…. pertanyaan sulit.

Gimana jawabmu?

Kamu adalah apa yang kamu kenakan?

Kata-kata itu akrab di telinga, terutama saat kita mencari baju. Sang pramuniaga akan mengatakan,”Wah, baju itu cocok buat anda” atau ”Wah baju itu kamu banget” atau bahkan saat kita belanja baju kita merasa ”baju itu gue banget”.

Yang lebih membingungkan terkadang seorang cewek (kadang juga cowok) menyahut,”aku nggak punya baju buat ke sana”, sementara dia mempunyai satu lemari pakaian penuh dengan baju. Sedang, sang cowok berharap saat dia bilang, dia benar-benar tak punya dan tak pakai baju saat mengatakannya.

Menurutmu jika ada orang bilang, ”baju ini gue banget” menurutmu apa artinya: Read more…

Konversi?

Akhir-akhir ini, fenomena yang aneh terjadi. Banyak orang berkerubut mencari LPG yang semakin langka. Konon katanya karena pembeli LPG yang bertambah akibat konversi minyak tanah ke LPG. Dengan konversi yang setengah jalan, orang pun ditemukan mengantre minyak tanah.

Setelah rapat internal yang rahasia dari pimpinan Pertaminyak, akhirnya diputuskan untuk mengadakan program konversi lanjutan. Pimpinan Pertaminyak merasa bahwa pilihan konversi ke sumber energi yang tidak terbarukan adalah akar masalah kelangkaan ini, bukan karena mereka salah strategi konversi padahal sudah digaji besar. Mereka merasa Indonesia kaya sumber energi yang terbarukan. Akhirnya Pimpinan Pertaminyak membuat terobosan baru, yaitu:

KONVERSI MINYAK TANAH DAN LPG KE KAYU BAKAR.

Tunggu tanggal mainnya!

Powered by ScribeFire.

Solo Surabaya, Minggu pagi dan PKL

Minggu pagi di hari paskah.

Ah iya, hampir lupa aku. Minggu kemarin Paskah, selamat Paskah bagi yang merayakan.

Hari Minggu adalah hari yang ramai di Stadion Manahan, harinya PKL. Di Stadion Manahan, PKL tumplek blek berjualan berbagai macam barang dan makanan.  Dan kesempatanku untuk mencari informasi tentang PKL di Solo.

Menurut berita di koran-koran, walikota Solo, Pak Joko Widodo, membuat kebijakan yang bener-bener memanusiakan PKLRead more…

Solo Surabaya, Catatan Perjalanan seorang pengangguran

Setelah lulus enaknya ngapain?

Ada ratusan sarjana baru bilang, ya nyari kerja donk. Kalo aku sih milih liburan dulu lah, meski nggak jauh-jauh, cuman ke Solo saja.

Solo adalah kota menengah di Jawa Tengah, deket dengan Jogja (1 jam perjalanan naik kereta Prameks) jadi kalo ke Solo juga bisa nyempatin ke Jogja. Untuk perjalanan Surabaya-Solo sendiri bisa ditempuh dengan beberapa cara, Naik kereta, ada beberapa kereta, Sancaka yang umum aku pakai karena cukup pagi, Logawa, yang cukup sumpek, Gayabaru, opo maneh iki bonus snack berupa kecoa - ekstrim kuliner, dan kereta eksekutif macam Argo Bromo , Bima atau Jayabaya (sebenernya ke Jakarta sih, tapi karena lewat jalur selatan lewat Solo juga), selain itu ada jalur Bus, baik Ekonomi yang cukup 20rb rupiah bonus sauna sampai eksekutif yang 45rb. Selain itu, ada pesawat, tapi karena out-of-budget jadi nggak dibahas. Pilihanku jatuh pada Bus Patas eksekutif. Read more…