Hidup adalah Pencarian Sinyal

Mall Ambassador, di sebuah toko aksesoris hape, aku berbincang dengan seorang sahabat akrab yang mau menemani mencari hape baru. Nah, perbincangan absurd kali ini adalah soal sinyal dan kecepatan.

Galih bercerita tentang kakaknya yang punya cara aneh untuk mencari rumah, yaitu dengan mencari sinyal 3G. Buat dia, sinyal itu penting, jika sebuah perumahan tidak mendapat sinyal 3G, maka perumahan itu akan dicoret dari daftarnya.

Hal ini dan curhat mas Jum beberapa waktu yang lalu tentang gimana dia susah dapat sinyal di rumahnya di Mampang membuatku berpikir tentang persinyalan ini.

Sinyal hape, entah kapan mulainya, sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar teman-temanku. Seorang temanku frustasi sampai naik genteng untuk nyari sinyal, seorang teman yang tugas dinas di pedalaman bahkan harus mendaki bukit demi sebatang sinyal. Sebatang? Iya, karena itulah metriks sinyal kita, sebatang dua batang atau malah tidak dapat batang.

Seorang teman lagi frustasi karena LDR dan pasangannya dilempar ke daerah yang susah sinyal, seorang teman yang bekerja di tambang di Papua harus bergiliran untuk menelpon istrinya lewat telpon satelit karena sinyal sama sekali tidak bisa diharapkan di sana.

Aku sendiri pernah bermasalah dengan sinyal ini. Ceritanya saat itu aku sedang berlibur ke Bukittinggi dan aku sama sekali tidak dapat sinyal di hapeku. Tapi untungnya, saat itu sinyal tidak terlalu penting, karena aku sedang berlibur dan memang perlu sejenak memutus komunikasi dengan dunia luar.

Seorang teman juga pernah memiliki masalah lucu dengan sinyal ini, saat dia berlibur ke sebuah pulau di utara Gresik, tiba2 aku membutuhkan informasi darinya, alhasil aku mengirim sms agar dia segera mengubungiku. Dia pun harus berada di tengah sawah dengan posisi memegang hape yang sangat aneh untuk dapat sinyal.

Posisi yang aneh, itulah yang kadang kubenci dari pencarian sinyal ini. Kadangkala pencarian ini membuat kita harus memegang hape dengan posisi yang tidak wajar atau membawa kita ke tempat2 yang aneh agar kita mendapat sinyal yang bagus.

Karena sesungguhnya, hidup adalah pencarian sinyal.

 

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 4 Juni, 2011, in life. Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. This “telephone” has too many shortcomings to be seriously considered as a means of communication. The device is inherently of no value to us.

    A memo at Western Union, 1878 (or 1876).

  2. Karena sesungguhnya, hidup adalah pencarian sinyal.

    Kecuali di tempat macam negara yang saya tinggali ini. Ndak ada itu cerita petualangan macam yang Sodara tulis ini.😐

  3. Ah, negara kecil macam Singapura memang nggak ada masalah sinyal hape.

    Hidup jadi tidak menarik. :p

  4. kalo susah dapet sinyal, saya suka getok-getok hape. sometimes, it works😐

    btw, entah kenapa Tangerang, khususnya Karawaci, khususnya Perum 2, jaraaang banget dapet sinyal full 3G indo**t, makanya punya smartphone pun percuma lha koneksinya merem melek😐

  5. Bikin susah LDM (long distance marriage) ya mbak?

    *kabor*

  6. Beberapa kali dinas di daerah timur Indonesia, aku dapet macem2 cerita lucu (tapi bisa jadi menjengkelkan kalo soal kerjaan) tentang susahnya sinyal ini. Kasian Indonesia ini masih belom rata pembangunannya.

  7. Ceritanya saat itu aku sedang berlibur ke Bukittinggi dan aku sama sekali tidak dapat sinyal di hapeku.

    eh? pakai provider apa? Yang jelas produk baju merah dan kuning dapet sinyal kok di sana. 3G bahkan…

  8. Bwhahahaha gak pernah mikir sampai situ, nyari rumah mengutamakan signal hp bagus atau enggak. Nice🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: