Memilih komputer from dummies(0)

Kamu punya dana sekian, trus kamu bingung mau nyari komputer macam apa. PC atau Laptop? Jangkrik atau branded? Berapa harusnya RAM-nya? Berapa harddisknya? Butuh video card terpisah atau integrated? Dan apa maksud kata-kata itu, video card, RAM, hardisk, WTF!?

Well, ini adalah sedikit panduan buat milih komputer. Sedikit saran dan pertimbangan untuk pemilihannya. Disclaimer: Ini hanyalah sharing pengalaman, bukan tuntunan profesional.

Isu pertama yang harus dibahas adalah untuk apa kamu butuh komputer?

Jika kamu pengen bawa Laptop biar keren, atau naik status atau mempertahankan gengsi, maka paduan ini hanya sedikit membantu. Banyak definisi orang tentang apa itu keren dan keren seperti apa, aku bukan orang keren, jadi I can’t help you much.

Jika kamu pengen jadi gamer sejati, maka panduan ini kurang cocok juga. Jika game adalah sasaranmu, kenapa tidak mempertimbangkan membeli konsol khusus game? PS3, XBox 360, Wii, PSP atau Nintendo DS adalah pilihan yang lebih baik. Kecuali memang kamu ingin main game online seperti RF, WoW, Ayodance, RO atau apalah lagi itu yang hanya jalan di PC. Pertimbangan lain adalah jika kamu ingin main game online, apakah biaya yang dikeluarkan untuk membeli komputer baru, dan koneksi internetnya, lebih murah daripada online di game centre secara bulanan?

Jika anda butuh komputer untuk pekerjaan, kuliah, biar nggak nganggur di rumah, dll. Maka mungkin panduan ini berguna.

So… sudah menentukan untuk apa komputer itu? Jika sudah, apakah anda ingin melanjutkan?

Isu selanjutnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli komputer?

Kapan-kapan, sampai kita berjumpa lagi.

Well, tidak ada waktu yang tepat sebenernya. Harga komputer cenderung menurun karena teknologi adalah barang yang cepat usang. Teknologi baru muncul, dan teknologi lama semakin murah. Anomali hanya akan terjadi jika rupiah melemah terhadap dollar.

Jadi, kapan waktu yang tepat? Saat kamu butuh tentunya. Jika kamu merasa belum terlalu perlu, pembelian bisa ditangguhkan. Jika kamu sudah mengincar produk A, maka bulan depan produk A akan lebih murah, tapi tentu saja, ada produk B yang harganya sedikit lebih mahal tapi lebih baik.

Isu selanjutnya, PC atau Laptop?

Ini adalah pertanyaan masa kini, ketika laptop tidak semahal dulu lagi. Ada berbagai jenis laptop, mulai jenis yang murah sampai premium yang mahal. PC pun begitu, ada yang branded yang premium, atau jangkrik yang biasa. Tapi kapan kita pilih PC dan kapan kita milih Laptop?

Laptop sangat berguna jika kita menginginkan mobilitas, dan tempat kerja kita berpindah-pindah. Sedang PC bisa dipilih jika tempat kerja tetap, atau kita hanya ingin menggunakannya untuk bekerja di rumah.

Pertimbangan selanjutnya adalah harga. Laptop dengan spesifikasi yang sama bisa lebih mahal 1,5x – 4x dari PC dengan spek yang sama.

Pertimbangan lain adalah apakah kebutuhan kita akan bertambah. PC, baik yang branded dan terutama jangkrik, lebih mudah diupgrade, dan lebih murah biaya upgradenya dari laptop. Setahuku, yang bisa diupgrade dari laptop hanya memori dan hardisk, setidaknya yang komponen lain lebih susah. Maka jika anda memilih laptop pastikan kemampuannya dapat memenuhi kebutuhan sampai 3-5 tahun ke depan. Ya, kecuali kalau kamu sudah berak aja duit dan senang gonta-ganti laptop.

Pengen puas2in ngegame? Laptop tidak terlalu cocok. Layar laptop lebih ramah terhadap mata, tapi gambarnya sering tidak tajam, dan layar monitor yang kecil (biasanya sih 12″ – 14″, yang layar 15″ jarang, bandingkan dengan layar PC yang ukurannya sekarang di atas 17″ (CRT) atau di atas 15″ (LCD) ) menyusahkan saat kita butuh pandangan luas.

Pengen ngeceng+wifian di kafe sambil internetan? Nah, kalo ini kamu butuh laptop. Jika kamu mbawa PC-mu ke kafe,kamu bakal diliatin orang – pengen nyangkruk, ato pindah rumah bang?

And that’s the issue for now.

Disambung lagi nanti (entah kapan). Aku mau kerja dulu.

Good morning!

Jika ada saran apa yang butuh dibahas soal topik ini, feel free to put in comment.

About dnial

You don't see anything You don't hear anything You don't know anything Move along and pretend nothing happen

Posted on 26 Juni, 2008, in IT, life, writting. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. We must believe in free will — we have no choice.
    – Isaac Bashevis Singer –

  2. Nha begini dong, bikin postingan sekali-sekali yang bermanfaat kayak begini gitu.
    BRAVO!

  3. @galih
    Jadi selama ini…
    Arrghh!!

  1. Ping-balik: Memilih komputer from dummies(1) « Zero Reality

  2. Ping-balik: Memilih komputer from dummies(2) « Zero Reality

  3. Ping-balik: Netbooks Buying from Dummies « Zero Reality

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: